05 December 2017

Tentang Belajar Hafalan

Sejak jaman sekolah dulu, sesuatu yg saya gak suka adalah ketika saya diperintah oleh guru untuk menghafal. Kenapa?  Karna saya mudah melupakan hafalan itu.  Makanya daya hafal otak saya itu kurang,
.
Maksud saya begini,  saya bisa menghafal jawaban soal ujian dan mengisinya dgn baik, tapi coba tanya saya setelah ujian selesai sejam kemudian, jawaban soal yang tadinya hafal gak ada lagi di kepala saya, lupa blasss...
"jawaban soal nomor dua tadi itu apa ya?" saya pasti jawab.. Lupa...
Ya... memang lupa.
.
Hahahahahaha.....
.
Kesimpulannya adalah
saya gak cocok dgn metode belajar hafalan sebab hafalan itu cepat hilang dari ingatan saya. Akan beda hasilnya apabila menggunakan  pemahaman atau system bedah buku, saya bisa mengingatnya bertahun².
.

26 November 2017

RUMAHKU SURGAKU


Kemarin sore saya beserta beberapa rombongan menjemput seorang tetangga yang kembali dari melaksanakan ibadah haji. Betapa mengharukan, sang istri mencium tangan suaminya, sang suami mencium kening istri, memeluk  menciumi anak²nya sambil menesteskan airmata haru karna atas ridho Allah telah kembali ke rumah dengan selamat, berkumpul kembali dengan keluarga.
.
Rumahku adalah surgaku. Sebuah surga yang dihadirkan didunia itulah yg disebut Rumah (baiti jannati), tapi neraka didunia pun berada dirumah
.
Rumah tempat kita tinggal
"Dan sesungguhnya Allah menjadikan bagi mu rumah-rumah mu sebagai tempat tinggal" (QS. An-Nahl :80).
"Dan hendaklah kamu tetap dirumah mu dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah (QS. Al Ahzab :33)
Rumah tempat kita berpulang, mendidik  serta memberi contoh pada anak agar menjadi manusia yang berahlak.
Rumah tempat kita berkasih sayang, tempat berkeluh kesah, tempat menangis, tempat tertawa, tempat bermain dan bercanda dan lain sebagainya. Dan dari rumahlah segala sesuatu berawal. Keluar rumah mencari nafkah dan kembali kerumah dengan membawa nafkah. Nafkah besar atau kecil bukan menjadi soal tapi pembelajaran kasih sayang terhadap anak itulah yang utama.
.
Teman,.....
Para ahli mengatakan bahwa anak adalah peniru ulung, mereka cenderung meniru tingkah polah orang yang berada disekitarnya terutama orang tua. Maka jangan berharap banyak agar anak betah dirumah jika orang tuanya gak pernah ada dirumah atau Jangan berharap banyak agar anak baik, sopan dan santun dalam bertutur kata jika orang tuanya sering berkata kotor jorok di hadapannya atau
Jangan berharap banyak agar anak menjadi penurut jika anak sering melihat orang tuanya bertengkar.
Maka tanyalah diri kita apakah kita telah memberi contoh  baik atau contoh buruk. Dan kelak Tuhan akan meminta pertenggungjawaban  atas amanah yg Allah beri.
.
saya pernah membuat sebuah tulisan yang mengulas tentang perjalanan hidup saya, bahwa orang tua saya bukanlah orang berada, keluarga kami sering di bully karna keterbatasan harta yg kami punya. Tapi sampai detik ini kami  gak pernah melihat orang tua kami bertengkar, berkata kasar kotor atau berkata jorok, apalagi  meninggalkan rumah. Sebuah contoh dan teladan serta pembelajaran bagi kami anak² beliau yang notabene sekarang hidup jauh lebih mapan dari beliau.
Tak ada sedikitpun cela dan kekurangan  orng tua kami dalam mendidik dan membesarkan kami, maka saya brkata dgn tegas bahwa saya sangat mengidolakan orng tua saya, sebab BELIAU MEMANG PANTAS UNTUK KAMI IDOLAKAN.
Semoga anak² kamipun  mengidolakan kami orang tuanya. Aamiin.
.
.... Bgmna dgn anda ??, apkh  anda juga mengidolakan orang tua anda ?
.
YA ALLAH, AMPUNI DOSA ORANG TUAKU, SAYANGILAH MEREKA SEBAGAIMANA MEREKA MENYAYANGIKU DIWAKTU KECIL
.
~dariku AL~

BAHAGIA, UJIAN dan CARA PANDANG


Dalam perjalanan hidup, setiap manusia memiliki jalan cerita hidup masing², ada tangis, tawa, suka maupun duka.  Setiap insan walau adegannya berbeda tapi pasti pernah mengalaminya, pernah merasakannya
.
Demikian pula dengan saya. Masa kecil dihina,  remaja dipandang sebelah mata, berkeluargapun pernah mengalami kegagalan. Hingga suatu saat saya bertanya pada Tuhan "kapan semua ini berakhir? kapan saya bahagia ? Kenapa saya gak sebahagia orang lain?"
.
Saat semua pertanyaan² itu muncul, saya lupa bahwa setiap manusia itu punya jalan cerita hidup masing², saya lupa bahwa dibalik kebahagian orang lain ada cobaan² tertentu yang Tuhan beri padanya,  hanya saja saya tidak mengetahuinya karena mereka pandai menutupinya atau karena Tuhan pandai menutup aib² mereka sehingga mereka terlihat bahagia. Saya hanya melihat dari satu sisi tanpa melihat dari sudut pandang yang lain.
.
Maka tak ada alasan lagi untuk saya iri pada kehidupan orang. Bukankah setiap orang punya ujian dan cobaannya masing² ? Dan bukan kah hidup itu seperti roda yang berputar? Bukankah kita sering melihat baik langsung maupun melalui media
berapa banyak orang yang terlihat bahagia minggu lalu tapi hari ini nampak tak bahagia karena berbagai masalah yang menimpanya?
.
Jika hari ini kita tak bahagia itu karena beberapa waktu yang lalu kita mengambil suatu keputusan yang mengakibatkan hari ini kita tak bahagia,  pun sebaliknya hari ini kita bahagia itu karena konsekwensi dari keputusan yg kita ambil beberapa waktu sebelumnya.
Takdir tak dapat kita rubah tapi kita bisa merubah nasib esok hari dan masa depan kita. Jika Tuhan telah menakdirkan pada kita tentang sesuatu maka selayaknya kita jangan membandingkan dgn takdir orang lain sebab akan mengakibatkan kita tidak bersyukur. Yakinlah bahwa Tuhan tidak menciptakan sesuatu dengan sia².
Malulah kita pada cicak yg tak bersayap tapi tak pernah protes pada Tuhan kenapa makanannya nyamuk yg bersayap.
.
Pada akhirnya
Hidup itu seperti air,  Hambar tak berasa. Kitalah yang memberinya rasa asin, pahit, manis atau rasa asam. Ciptakan bahagia itu dengan tidak membandingkannya dgn orang lain sebab Tuhan memberi bahagia pada setiap insan dengan berbagai ujiannya masing².

~dariku AL~

05 July 2017

Omongan Yang Kita Lontarkan Menghantam Diri Kita

Omongan yg kita lontarkan itu sejatinya akan kembali pada diri kita,
 .
Jaman sekolah dulu, sy pernah berkata, bahwa saya tdk akan mau jadi tentara, sy maunya jadi org musik atau org sastra, eeh..Tamat SMA saya justru jadi Tentara. Hahahaha 😀
dan saya pernah menyumpahi orng karena sesuatu hal tapi ternyata sumpah itu justru menimpa saya. ~tepuk jidat..plook~ Hahaha😀
.
Istri saya pernah sangat membenci orang palopo, krn dulu pernah punya senior orng palopo yang galak dan bicaranya sangat kasar, eeeh.... Bbrp tahun kemudian istri saya justru menikah dgn saya asli orang palopo..😃
.
Satu lagi, 

Teman saya pernah berkata bahwa dia gak akan mau dinas di Papua, dengan alasan bla...bla...bla..
Eeeh.... beberapa bulan kemudian, dia dipindah tugaskan ke Papua.
Tiga cerita diatas mewakili beberapa perkataan yg pernah kita ucapkan, entah itu perkataan baik, perkataan buruk atau sumpah serapah yang justru balik menghantam kita.
.
Coba anda renungkan...
saya rasa anda pernah mengalaminya.
Maka dari itu, mari kita jaga omongan kita (terkhusus utk diri saya) agar BERKATALAH YANG BAIK-BAIK SAJA sebab sejatinya omongan itu akan kembali menghantam diri kita sendiri.



~dariku AL~









Istri dan Anak Adalah Peredah Emosi Yang Luar Biasa Ampuh.

ISTRI DAN ANAK ADALAH PEREDAH EMOSI YG LUAR BIASA AMPUH.
Hari ini, Tuhan menggerakkan semesta membuat beberapa kejadian pada saya yg memancing bangkitnya emosi...
.
Ada saat2 tertentu memang kestabilan emosi diri kita itu diuji.
Dan hari ini ada beberapa ujian emosi itu datang.
.
Dan sesungguhnya Istri dan anak itu adalah peredah emosi yg luar biasa ampuh.
.
Catatan:
Bagi yg jomloh, Saya doakan segera menikah biar emosinya stabil krn ada yg ingetin ... Hehehehe
.

~dariku AL~

27 June 2017

Kail, Umpan dan Rejeki

KAIL, UMPAN DAN REJEKI
.
Sewaktu masih tinggal di Cilodong Depok Jawa Barat dulu, ada temen saya yang hobby nya mancing, hampir ditiap akhir pekan dia memancing, sampai ikut lomba mancing. Segala jenis umpan ikan dia tau dan ketika dia ikut lomba mancing, umpan yang dipakai adalah umpan terbaik hasil racikan sendiri, alhasil memang luar biasa, teman saya ini sering juara dan mendapat banyak hadiah.
.
Logikanya jika kita ingin mendapatkan ikan super, tentu kita akan menggunakan umpan terbaik yang kita punya. Hanya orang bodoh yang ketika mancing, ingin dapat ikan terbaik tapi kailnya gak pake umpan.
.
Begitupun kehidupan, tak jarang kita ingin dapat rejeki yg banyak, tapi gak pernah mau memberi.
Berharap pada Tuhan agar diberi rejeki, tapi pelit sedekah.
.
Berilah umpan pada diri kita  itu berupa umpan sedekah yang terbaik, niscaya rejeki terbaik pun senantiasa nyangkut dalam "kail" kehidupan kita.
Insya Allah.

~dariku AL~

29 May 2017

Tentang Orang Yang Memaki Tuhan


Masih ingat dgn postingan saya ttg seseorang yang menulis status memaki Tuhan ? Saya ingin menulis lagi tentang itu tapi dengen pemahaman yang lain, Kenapa dia memaki Tuhan.
.
Kita selalu menganggap hidup orang LEBIH ENAK dari kita.
.
Orang desa menganggap orang kota itu enak
Orang kota menganggap orang desa itu enak
Orang di rumah kecil menganggap rumah besar itu enak
Orang di rumah besar menganggap rumah kecil itu enak
Kenapa ??
Karna kita gak pernah tau kesulitan apa dibalik anggapan ENAK itu.
.
Bapak Chairul Tanjung misalnya, beliau tidak serta merta menjadi orang kaya nomor 5 di Indonesia menurut Forbes, tapi beliau terlebih dahulu "dipukuli" oleh kerasnya proses. Dan setelah menjalani kerasnya proses yang sungguh sangat tidak enak itu memaksa beliau untuk belajar dan mengambil hikmah atas semua yang terjadi. 
Bertahan untuk tidak mau bangkit ?? sungguh Bapak Chaerul Tanjung gak akan jadi seperti sekarang ini.
.
Hikmahnya apa ?

Jika kita nggak pernah dapat kesulitan hidup, tentu gak akan ada kata "bangkit" dalam kamus kehidupan kita.
.
Tapi yang dilihat orang kadang cuma enaknya, cuma hasilnya. Gak pernah tau proses mencapainya seperti apa.
.
Kata kita, jadi artis terkenal itu enak, show kemana mana dikawal aparat, banyak fans, wajah tiap hari muncul di layar kaca. Duit banyak.
Kalau ada baiknya orang akan maklum. Tapi...
Kalau tiba-tiba muncul buruknya,, orang mulai dari kota sampai ke pelosok desa langsung caci maki. Orang gak mau tahu kita sakit atau ada masalah, yang orang tahu tampil harus maksimal.
Kata kita, jadi artis terkenal itu hidup bakalan tenang. Segala fasilitas hidup ada. Faktanya, gak sepenuhnya begitu.
Coba brosing internet, cari tau ada berapa artis terkenal yang mati bunuh diri.
.
Kata kita, jadi pejabat itu enak, banyak uang, bisa merintah sana sini. Nyatanya, gak semua enak, Sebab menjaga nama besar itu tidak mudah, dukungan masyarakat bisa bubar begitu salah langkah dan dihujat orang sana sini, kinerja diawasi.
Mereka jadi sulit menjalani hidup apa adanya.
.
Orang desa menganggap kebahagiaan itu jika menjadi orang kota.
Faktanya, tidak selalu. Tuhan itu adil kok. Malah kadang orang kota itu iri sama orang-orang desa yang hidupnya nyantai, pagi-pagi gak dikejar kejar waktu, bergumul dgn asap knalpot, bising, kelihatan bahagia justru karena mereka gak update tentang masalah saham anjlok.
.
So.... Kenapa orang memaki Tuhan dgn berkata bahwa tuhan tidak adil ? Itu karna yang orang itu lihat hanya yg enak-enaknya saja, dia gak pernah tau proses mencapai "enak" itu sesulit apa.
.
*dariku AL*

Komen-Komen di Medsos itu.... Aduuh...

Sewaktu saya masih muda, zaman masih belum mengenal internet, belum mengenal hp, semua orang menjalani kehidupannya dengan keramahan dan kesantunan ala orang timuran. Yang muda tak pernah berani berkata kasar pada yang tua dan yang tua menghargai yang muda. Gotong royong masih terlihat jelas dimana-mana. 
Setelah itu, era berkembang. Dunia mengenal HP, mengenal internet, Pak Larry Page dan Sergey Brin mendirikan GOOGLE, Pak Mark Elliot Zuckerberg mencipta FACEBOOK, Pak Tim Berners Lee menemukan WORLD WIDE WEB (WWW) atau orang biasa menyebutnya dgn Website, dll, para balita sampai nenek-nenek bisa saling terhubung ke manapun dibelahan bumi ini. Balita bisa menjadi Tua dan yang Tua bisa jadi remaja.
Curhat, Jualan, Pamer Foto, Gosip, komen, berkata kasar, semua bisa. lengkap tersedia.
Manusia yang dulunya tabu berkata kasar, atau takut berbohong, sekarang masa bodoh.
Kebenaran jadi pertimbangan nomor ke sepuluh ribu.
.
Kita seolah mengikuti perkembangan, menjadi modern tapi sebenarnya semakin lupa dengan etika bahkan keyakinan bahwa sekecil apapun perbuatan pasti dimintai pertanggung jawaban.
.
Saat ini semua orang jadi benar, semua orang menjadi hakim, semua orang menjadi hebat. Kita lebih suka menyalahkan orang lain daripada memastikan diri sendiri sudah benar.
.
komen-koment di Medsos itu aduuuuh, seperti itu kah keramahan dan kesantunan masyarakat Indonesia sekarang ??
.
*dariku AL